Langsung ke konten utama

Postingan

Ketetapan semesta

Kita paham tentang gula yang slalu manis,  dan jika lidah kita berinteraksi dengannya penularan rasa manis terjadi. Proses penularan. Seperti mengalami asyik, segar, damai dan kesenangan lainnya.. Yg merupakan penularan dari sang maha rasa selalu ajeg , tetap, kerja-sama, dan bersistem.. Kerja sama dapat kita temukan pada hal.  Kesegaran ( yg dikandung esteh l ,  ialah hasil kerja-sama es, air, gula, sedotan, wadah, sendok. Terjadilah kesegaran. Jadi ketika kau mau hal yang segar dalam hidupmu satu dari banyak cara ialah,  bekerja sama.. Tetapi kau perlu untuk mengenal dirimu dan komponen lain,, 

Tentang manuzia

Ahh,, manusia Sejati tentang hidupnya mudah sih,, Makan maenn,, tapi ltu dulu ya hehe.. Sekarang lebih kompleks, tentang gengsi, kebanggaan, Minder, pede, dlsb Em.. Tentang mencukupi kebutuhan dan keinginanpun lebih komplekz, Ini lahh,, itu lah.. Memang zih , betul kata umbu , " baiknya mengenal diri sendiri " toh kita yg jalani,, orang lain hanya bilang. Kamu baiknya begini, begitu, la la. Bla bla.. Kita yg jalani, maka kita yg lebih tahu nyamannya gimana,

Sejenis burung, memang, tapi burung onta, gimana mau terbang

Emmm.. Berteori lagi ahh. Malas ?? Katanya sih, katanya lhoo.. Itu karena perulangan ( aktivitas, tempat berada, situasi, teman ,... ) Enggak lah, kalau menurutku. Itu kesimpulan cethek / dangkal / cekak. Kalau bosen itu,, yaa,, karena yg dihadapi tak sesuai keinginan jiwa, Ketika selaras yaa, gak jenuh. Emm mau meyakini atau tidak terserah panjenengan ( anda ) Atau kamu, biar mesra dalam memanggil. Intinya tetep akan diteruskan teori ini. Jenuh itu, sepi itu, bingung itu, ya,, karena gak asyik, gak nikmat, gak seruu,, Kenapa gak seru, karena sekedar menjalani, dan mengapa bisa sakadar, Kamu sih,, gak paham diri, Karena menjaga hati teman, atau kewajiban, kamu tetep paksakan tuk jalani, diri sendiri kan, Yang jadi korban, " aku ngopi dan setelahnya tertawa haha" Kalau ada yg tanya, Emangnya salah, tidak menurut kehendak rasa, " ya silahkan saja, toh masing pribadi yg merasakan-menghadapi" itu jawabku. Pahami, too.. Jiwa kita itu, apa yg dimaui,...