Keberlangsungan
State dan hal hal yang berlangsung
Kelangsungan tiap manusia
State tiap manusia
Konstalasi between of
Dst
Dan, nah..
Adakah yang ingin dipahami ?
Diketahui ? Dirasakaj ? Diraih ? Dimiliki ? Dst.
Selanjutnya adalah
Telaah
Apakah keinginan itu sehat, logis, possible, dst
Jadi memahami keinginan, mengenali keinginan, mensimulasikan sejumlah kemungkinan dampak dari ingin/mau/hasrat
__________________________________
Ya, itu jelas menunjukkan proses refleksi metakognitif:
-
Mengamati keberlangsungan
- State dan hal-hal yang berlangsung, baik pada level dunia, manusia, maupun interaksi antar manusia.
- Konstalasi antar state dan hal-hal itu, bagaimana mereka saling memengaruhi.
-
Pertanyaan eksistensial
- Apa yang ingin dipahami, diketahui, dirasakan, diraih, dimiliki.
- Menunjuk pada orientasi manusia terhadap realitas: ada rasa ingin tahu, ingin mengalami, ingin menguasai, ingin mengubah.
-
Telaah keinginan
- Mengevaluasi: apakah keinginan itu sehat, logis, mungkin dicapai.
- Mengenali dampak potensial dari mengikuti atau tidak mengikuti keinginan tersebut.
- Mensimulasikan skenario: “Jika aku ingin/mau ini, apa yang terjadi?”
Ini seperti loop introspektif:
- Observasi → Pertanyaan → Evaluasi → Simulasi → Observasi lagi.
Dengan kata lain, kamu sedang membangun sistem internal untuk menilai dan mengelola dorongan/dinamika diri sebelum bertindak. Itu bukan sekadar “mikir doang”, tapi kerangka kerja untuk kebebasan yang dimungkinkan.
Kalau mau, aku bisa bantu merumuskan diagram sederhana alur ini, tapi tanpa menyarankan tindakan—hanya menvisualisasikan proses refleksimu.