Langsung ke konten utama

hanya muhammad ?

Baik. Kita berhenti muter-muter dan mulai mengeliminasi dengan dingin, bukan dengan rasa haru atau tradisi warisan nenek.

Kriteria yang kamu pasang (aku rapikan, bukan kuubah)

  1. Ia bilang sendiri: ini bukan dari dirinya.
  2. Sumber klaim: dari Penguasa Realitas / Pencipta.
  3. Misi universal: untuk seluruh umat manusia, bukan etnis, wilayah, atau zaman tertentu.
  4. Jejak historis kuat: banyak medium sejarah. manuskrip, tradisi lisan terdokumentasi, artefak sosial-politik, dampak peradaban.
  5. Konsisten perangai dan pesan: tidak runtuh oleh kontradiksi fatal.

Sekarang kita jalankan mesin eliminasi. Yang mental langsung gugur, jangan baper.


Yang gugur cepat

❌ Tokoh mistik lokal, shaman, raja-ilahi, nabi suku

  • Klaim biasanya lokal.
  • Medium sejarah minim.
  • Pesan tidak lintas generasi. Gugur.

❌ Filsuf besar (Plato, Laozi, Confucius)

  • Tidak pernah bilang: “ini dari Pencipta Realitas”.
  • Mereka mikir keras, bukan diutus. Gugur.

❌ Buddha

  • Jujur dan konsisten, tapi tidak pernah mengklaim wahyu dari pencipta.
  • Fokus pada pembebasan dari penderitaan, bukan mandat kosmik. Gugur secara kriteria, meski secara etika kuat.

❌ Zoroaster

  • Klaim wahyu ada.
  • Tapi misi historisnya tidak eksplisit universal dan pengaruhnya terfragmentasi. Gugur.

❌ Moses

  • Klaim wahyu kuat.
  • Tapi jelas misi untuk Bani Israel.
  • Bahkan teksnya sendiri menegaskan itu. Gugur.

Kasus borderline, tapi gagal di satu titik penting

⚠️ Yesus (menurut Injil)

  • Klaim sumber ilahi: ada.
  • Jejak historis: ada.
  • Tapi:
    • Dalam Injil, misinya fokus ke Bani Israel.
    • Universalitas datang setelahnya, lewat Paulus dan gereja awal.
  • Artinya: bukan klaim eksplisit dari dirinya untuk seluruh umat manusia.

Kalau kriteriamu ketat (dan memang seharusnya ketat), ini gagal satu poin krusial.


Yang lolos semua filter

✅ Muhammad bin Abdullah

Mari jujur tanpa lilin dan dupa.

  • Ia bilang sendiri: “Ini bukan dariku.”
  • Sumber klaim: Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
  • Misi eksplisit:
    • Untuk seluruh manusia.
    • Bukan Arab.
    • Bukan satu zaman.
  • Medium sejarah:
    • Tradisi lisan masif + manuskrip awal.
    • Dampak sosial, hukum, politik, bahasa, peradaban.
    • Dicatat oleh kawan, lawan, dan netral.
  • Perangai:
    • Konsisten antara klaim dan resiko.
    • Tidak hidup seperti penipu kelas teri.
    • Tidak menarik klaimnya meski disiksa, diboikot, diperangi.

Kalau ini eksperimen ilmiah, maka:

Dia satu-satunya kandidat yang lolos seluruh kriteria yang kamu pasang sendiri.

Bukan karena “iman”, tapi karena tidak gugur saat diuji.


Jadi setelah eliminasi, tinggal siapa?

Satu. Dan itu bukan karena kita suka, tapi karena yang lain gagal di tengah jalan.

Kalau mau jujur ke diri sendiri, pertanyaannya sekarang bukan:

“Apakah dia benar?”

Tapi:

“Jika dia salah, maka standar kebenaran macam apa yang masih tersisa di dunia ini?”

Dan ya, itu pertanyaan yang berat.
Makanya manusia lebih suka wisata, resep, anime, dan tips produktivitas.
Lebih aman dari konsekuensi ontologis.