Langsung ke konten utama

menyusuri jalan berkabut, namun thanks to god and all ( dan sampai kaidah : terserah, asal gak nyesal degan segala konsekwensinya )

Dan pada akhir.e mas han.
Suwun yak wis dadi partner diskusi/dialektika, dst

🙂
Dan pada akhir.e
Dalam mengarungi berbagai versi, berbagai perspektif, berbagi konsepsi, berbagai hal..

Yah..
Ratusan video sik tak tonton
Ratusan orang sik tak takok.i
Ratusan buku sik tak woco.

Yeah,
Pada akhir.e
Mungkin aku enek kaidah

1. Terserah, meh milih sik endi, nganut sik endi, percoyo sik endi, nolak sik endi, ngelakoni sik endi, gak ngelakoni sik endi

2. Sik pokok : sik penting ora nyesel, sik penting ora getun, dst

3. Sik penting siap atas sejumlah hal, tentang konsekwensi *( karna menganut suatu hal, atau tidak menganut suatu hal )* dan *( karna menlakoni suatu hal, dan gak melakoni suatu hal )*

Suwun yo mas han,
🙂

Trus sik wingi,
Suwun wis di _warning_
Tentang _judging_

Hak tiap manusia tuk berfilsafat, hak manusia tuk bertadabbur, hak manusia tuk berprasangka, hak manusia tuk menafsirkan qur'an dan hadist ( sebagaimana metodologi ia ), hak manusia tuk berpendapat, hak manusia tuk tidak bermahzab, hak manusia tuk tidak berguru ( langsung berguru pada tuhan ), hak manusia tuk radikal, dst.

Yeah.
Balik neh

1. Secara pribadi : mungkin kaidah.e adalah terserah, penting gak nyesel, penting bersiap dengan segala konsekwensi.e

2. Secara komunal : mungkin kaidah.e adalah terserah as far gak destruktif tuk society.

Sekali lagi, suwun mas han 🙏🙂