Langsung ke konten utama

afterlife, unobservable, konsep firman, konsep utusan, konsep pencipta dan pengutus

Nak.

Bagaimana kehidupanmu ? Ku yakin baik baik saja, toh dirimu lahir dengan sejumlah resources yang diwariakan zaman 
Soal sosial ke sosiologi
Soal psikis ke psikologi
Soal teknik ke teknologi dan ilmu teknik
Soal rasa buanyak : art, musik, film, kulineran, seminar, nongkrong, pacaran, wisata, konser, youtube, dan entertain lainnya
Soal ekonomi ke ilmu ekonomi, bisnis, dst
Soal management ke ilmu management, dst

Ku yakin semestinya baik baik saja.

But,
Bagaimana dengan afterlife ?
1. Apa kau tidak peduli ?
2. Apa kau ingin tau ?
3. Apa kau menyerah ?

Jika kau tidak peduli, ya sudah.. asal kau gak destruktif
Jika kau ingin tau.. oh nak. Bagaimana cara kita mengetahuinya ? 
1. Orang mengetahui warna dengan mata
2. Mengetahui tekstur dengan raba
3. Mengetahui nada dengan telinga
4. Dst..

Apa kau punya alat tuk mengetahuinya ?
Sebagaimana dokter punya alat tuk mengetahui gender janin/calon bayi di rahim wanita
Dan..  apakah kau menyerah? Apakah kau tetap gigih ?

Bangaimana dengan sejumlah buku/kitab yang punya claims informasi tentang kehidupan selanjutnya ?
1. Apa kau tidak peduli ?
2. Apa kau penasaran ?
3. Bagaimana penilaianmu tuk semua claims tersebut ?
4. Bagaimana juga dengan sang sosok yang membawa informasi tersebut ? Ia mengaku sebagai sang utusan, dari sang pencipta kehidupan ini ?

Apakah kau juga tidak peduli dengan hal tersebut ? Dengan yang mengaku sebagai utusan sang pencipta kehidupan ? Dengan sejumlah informasi yang dibawanya ?

Oh nak, jika kau tidak peduli, itu pilihanmu. Tapi sekali lagi jangan destruktif
Tapi jika kau pengen memprosesnya.
1. Pelajarilah claim claim tersebut.
2. Telitilah sejarah yang mengaku utusan tersebut, dan pesan pesan yang mengaku berasal dari sang pencipta kehidupan ini

Dan lebih jauh lagi, bagaimana penilaanmu.
1. Tentang claim bahwa kehidupan ini ada yang menciptakan
2. Bahwa kehidupan ini gak ada dengan sendirinya, tapi ada yang menciptakan ?
3. Bagaimana penilaianmu ? Tentang konsep sang utusan, pesan pesan dari sang pengutus ?

Nak,
Sekali lagi,
1. Apa kau gak peduli terhadap afterlife ?
2. Apa kau gak peduli terhadap claim sang utusan ?
3. Apa kau gak peduli terhadap claim sang utusan yang mengaku membawa pesan pesan dari sang pengutus ?
4. Apa kau gak peduli terhadap pesan pesang yang menyatakan bahwa kehidupan ini ada yang menciptakan ? Bahwa ada konsep sang pencipta ? Sang pengutus ? Sang utusan ? Pesan pesan dari sang pengutus ? Dan pesan pesan dari sang utusan

Nak. Bagaimana penilaianmu ? Bagaimana sikapmu ?

Contoh atau analogi nak..
Ada yang mengaku
1. Dari masa lalu
2. Dari masa depan
3. Dari planet lain
4. Dari univers lain

Bagaimana cara kita menguji benar salah dari claim tersebut ?
Yaitu dengan mengajukan berbagai macam pertanyaan.

Jika ia dari masa depan, suruh ia bikin berbagai prediksi
Jika ia dari masa lalu, suruh ia menjawab berbagai pertanyaan sejarah yang belum terjawab
Jika ia dari planet lain dan univers lain.
Kita gak bisa mengajukan pengujian. Dan akui itu..
Pilihannya tinggal percaya atau tidak, 

Nah,
Namun. Ketika ada yang mengaku sebagai pencipta kehidupan/pemilik kehidupan/penguasa kehidupan.
Semestinya. Ia tau. Seluk beluk tentang kehidupan

Sebagaimana analogi.
Jika dirimu nak, menemukan barang. Dan kau ingin mencari siapa pemilik-nya.
Ajukan saja berbagai pengujian.
Seperti. Tanda tanda yang khas dst, 

Atau contoh lain.
Jika kamu menemukan suatu mesin.
Semestinya dan adalah hal yang niscaya, si pembuat tau persis mesin buatannya

Nak,
Kita balik ke kehidupan.
Dengan segala struktur, karakteristik, dan sistemnya.
Semestinya. Yang mengaku sang pencipta kehidupan, tau seluk beluk tentang kehidupan.
Uji saja nak.

Pahamilah dunia, secara sendiri, bersama, atau dari memproses konsep konsep para scientist.
Nak,
Yang perlu diingat, science itu berusaha memhami alam. Maka, gak cocok science digunakan untuk menguji ( yang mengaku pesan pesan dari sang pencipta kehidupan, sang pengutus, sang utusan )
Karna science terus berproses sampai seakurat mungkin memahami realitas.

Maka
Kaidah yang pas adalah
1. Kehidupan ini ada
2. Jika ada yang mengaku sebagai pencipta kehidupan, maka seluruh statemennya semestinya gak bertentangan dengan kehidupan/realitas
3. Jika claims gak sesuai dengan realitas/kehidupan, berarti ia gak lolos uji, ia berarti bukan pencipta yang sesungguhnya

Sekali lagi 
Dirimu apakah gak peduli nak ?
Atau peduli ?

Jika masih peduli, apa caramu dah efektif ?
Apa caramu dah tapat ?

Mungkin sekian dulu nak..
Kita sambung kapan kapan 🙂