Langsung ke konten utama

Postingan

terikat pada causality/konsekwensi..

Tapi tuk pembicaraan kebenaran. Diksi budak belum mewakili sih memang, Ku masih nencari diksi yang pas. Biasanya ku pakek manusia terpatri pada konsekwensi/system. Sejumlah hal that can't we avoid it. Karna we can! tuk tidak patuh. Let's say pada adat, norma, rules keluarga, aturan main grup/komunitas, Yah,, better understandingnya mungkin. Terikat pada kausalitas/konsekwensi.

dirimu bagaimana,

Emm. Memang dikehidupan ini, 1. Ada yang curang 2. Ada yang suka bully 3. Ada yang gak pengertian 4. Ada yang cuek 5. Ada yang menipu 6. Ada yang menjajah 7. Ada yang membabukan 8. Ada yang menjilat 9. Ada yang mengolok olok Dst.. Sebelumnya ku perlu beberapa data nim 1. Gimana dirimu menilai filsafat 2. Gimana dirimu menilai agama 3. Gimana dirimu menilai kehidupan 4. Dst. Karna variabel variabel tersebut jugak menentukan. Silahkan kalau pengen discuss with me.

dipastikan dulu apa sakitnya, then obat, treatment, dosisnya

Emm. Apakah dirimu menganggap aktivitas berfikirmu,  1. Menghambat dirimu ? 2. Membehani dirimu ? 3. Bikin gak produktif ? 4. Or something else ?? Repotnya ku lack of data. 1. Ku gak tau gimana dirimu menilai kehidupan, eksistensi, sejumlah entitas 2. Ku gak tau tujuan apa yang kau pilih, mimpi apa yang kau pilih Baik buruk sesuatu, tetep perlu konteks. I mean like,  Ada yang bener bener perlu psikologi, kerna kondisinya agak parah Ada yang bener bener perlu ilmu ekonomi, karna kondisinya parah Ada yang bener bener perlu ilmu pertanian, karna negara chaos, inflasi, dan pilihan terbaik adalah nanem. Ku gak tau dirimu/kondisi dirimu completely, Kerna urgency as we know depends on our condition Emm. Dan if i boleh tau, sebener.e hal apa sih yang bikin mesin berfikir yang diinstal di dirimu " agak lepas kendali " Kita bisa berdialektika, Bahkan aku siap berdebat, karna aku gak menghina orang lain dengan cara mengasihaninya dan memberi nasihat nasihat, wkwkwk😅 Samsara ? Krisis id...